What? No, I'm fine

      Baru-baru ini, gua ngerasa ada yang aneh dengan gua. Rasanya gua ketiban sial, kualat, kena getah, atau entahlah rasanya. Baru-baru ini gua rasa pola hidup gua lagi berantakan. Gua mulai males berurusan dengan semua yang berhubungan dengan pelajaran. Baik itu PR, Kerja kelompok, dan lain-lain. Mungkin salah gua, gua terlalu men-setting mindset gua untuk tidak pro pemerintah, Membenci layanan pemerintah. Membenci sistem pendidikan di negara ini. Lebay ya sampe benci-benci an. Tapi Sebenernya ada banyak faktor yang perlahan-lahan bikin mindset gua jadi kayak gitu. Masih tetep lebay, pul.

lagi galauin raport ceritanya

       Kesalahan gua yang pertama adalah ketika, beberapa waktu lalu saat dilangsungkannya Ujian Tengah Semester, gua menyepelekan ujian itu. Gua kurang maksimal saat me review pelajaran-pelajaran yang akan di ujikan, padahal gua masih menganut gaya belajar sialan pelajar indonesia: Menghafal. Dan mind map dan segala tetek bengek kerempongannya belum berhasil menolong gua saat ujian. untuk catatan; jangan salahkan mind mapnya.

        Dan akhirnya gua mendapat balasannya. Gua mendapatkan skor 70-78 dari hasil nilai UTS dari beberapa mata pelajaran   Gua rasa untuk raport bayangan kali ini, nilai rata-rata gua adalah 7.3. Entah kenapa kali ini, saat pembagian hasil ujian tengah semester, gua terlalu aneh menyikapi nilai gua. Gua yang biasanya tidak terlalu lebay menyikapi nilai gua, sekarang gua kritis melihat perhitungan skor dikolom nilai. Mungkin karena gua sekarang jadi haus nilai. Atau mungkin karena gua dikelilingi oleh orang-orang yang haus nilai.

         Kesalahan gua yang selanjutnya, adalah gua tidur terlalu larut. Sebenernya jujur, gua gasuka tidur kemaleman. Tapi gua gabisa tidur. Padahal tidur malam yang ideal adalah 7 sampai 8 jam. Dulu saat gua masih rajin fitness *iseng coba-coba* gua emang masih komitmen tidur harus dari jam 10. Tapi karena sekarang gua gak fitness lagi, dikarenakan gua dibikin sok sibuk sama agenda-agenda yang bisa-bisanya terus bermunculan.




Terjadi kesalahan saat mencoba menyimpan atau memublikasikan pos Anda. Coba lagi.
Hah?


_______________________________________

Seperti yang sudah ditunjukkan di beberapa film tentang disaster, hampir ditiap endingnya pasti berakhir dengan akhir yang bahagia, dengan latar belakang  yang cerah, biasanya. Atau dengan suasana yang kembali nyaman, biasanya. Semua akhir yang indah itu terjadi setelah adanya bencana,kerusakan, atau kehancuran pada film disaster tersebut, yang biasa disebut bagian klimaks.

Dalam film disaster, bagian klimaks itu muncul, karena telah kacaunya dunia,atau rusaknya lingkungan, dan sebagainya, yang biasanya terdapat di bagian Rising Action. Dan gua sekarang memposisikan diri gua bersama nasib yang sedang kurang baik ini di bagian Rising Action. Berarti, untuk membuat ending yang indah, ending dengan deretan nilai yang dihiasi dengan angka sembilan, gua harus melakukan 'klimaks'. Gua harus melakukan disaster, gua harus melakukan perombakan pada diri gua sendiri untuk berubah menjadi yang lebih baik.

Yah, gua rasa gua harus mulai dengan menjaga jadwal tidur gua. FYI, gua menulis kalimat terakhir ini, saat jam digital ditaskbar notebook gua menunjukkan angka 00:13. Haha.
See ya

No comments:

Post a Comment

Instagram